Strategi
merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai
tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikan sebagai a plan,
method, or series of activities designed to achieves a particular educational
goal (J. R. David, 1976). Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan
yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan
(rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber
daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan
tertentu. Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran.
Sementara
itu, (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dapat pula diartikan sebagai usaha
guru dalam menggunakan beberapa variabel pengajaran (tujuan, bahan, metode dan
alat, serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi siswa untu mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Berdasarkan
RPP yang terlampir, strategi pembelajaran yang dapat diterapkan guru adalah
srategi pembelajaran kooperatif. Strategi pembelajaran kooperatif merupakan
suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap
siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda
(tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari
ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan jender.
Model
pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan
permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka
mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut
Nur (2000), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas,
struktur tujuan dan struktur penghargaan.
Struktur
tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran
kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur
penghargaan model pembelajaran yang lain.
Tujuan
srategi pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat
dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan
keterampilan sosial.
Pembelajaran
kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain. pembelajaran
tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang lebih menekankan pada
proses kerja sama dalam kelompok. Dalam pembelajaran kooperatif, tujuan yang diingin
dicapai bukan hanya tujuan akademik atau pengetahuan akan kompetensi, akan
tetapi juga unsur kerja sama dalam upaya penguasaan kompetensi tersebut.
Penekanan
pada kerja sama inilah yang menjadi ciri khas dari pembelajaran
kooperatif (Sanjaya, 2009). Menurut Sanjaya (2009), prosedur pembelajaran
kooperatif pada prinsipnya terdiri atas empat tahap, yaitu:
a) penjelasan materi :
Proses
penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa siswa belajar dalam
kelompok. Tahapan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa terhadap
pokok materi pelajaran. Pada tahap ini, guru memberikan gambaran umum tentang
materi pelajaran yang harus dikuasai yang selanjutnya siswa akan diperdalam
pada pembelajaran kelompok. Guru dapat menggunakan metode ceramah,
brainstorming, tanya jawab, presentasi atau demonstrasi. Penggunaan media dalam
hal ini sangat penting agar penyajian dapat lebih menarik.
b) belajar dalam kelompok:
Pada
tahap ini siswa bekerja dalam kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk
sebelumnya. Kelompok dibentuk secara heterogen dan mengakomodasi sebanyak
mungkin variable pembeda. Melalui pembelajaran dalam kelompok, siswa didorong
untuk melakukan tukar-menukar informasi dan pendapat, mendiskusikan
permasalahan secara bersama, membandingkan jawaban mereka, dan mengoreksi
hal-hal yang kurang tepat.
c) penilaian:
Penilaian
dalam pembelajaran kooperatif dapat dilakukan dalam bentuk tes atau kuis.
Penilaian dapat dilakukan secara individual maupun secara kelompok. Penilaian
individual akan memberikan informasi kemampuan setiap siswa secara individu,
dan penilaian kelompok akan memberikan informasi kemampuan setiap kelompok.
Hasil akhir penilaian dapat mengekuilibrasi penilaian individu dan penilaian
kelompok. Nilai setiap kelompok memiliki nilai yang sama terhadap semua anggota
kelompoknya, karena nilai kelompok merupakan hasil kerja sama setiap kelompok.
d) pengakuan tim:
Pada
tahap ini, guru memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap siswa. Di mana
penetapan tim yang dianggap paling menonjol dan berprestasi untuk kemudian
diberikan perhargaan. Pengakuan dan pemberian penghargaan diharapkan dapat
memotivasi siswa dan tim untuk terus membangkitkan semangat berprestasi.
Pembelajaran
Kooperatif dengan Menggunakan Metode Diskusi
Pengertian
Metode Diskusi
Metode
diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu
permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu
permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa,
serta untuk membuat suatu keputusan (Killen, 1998) dalam Dharma (2008).
Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan tertentu
secara bersama-sama.
Penggunaan
Metode Diskusi Jigsaw
Berdasarkan RPP yang menggunakan metode
diskusi sebagai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk mencapai tujuan
pembelajaran maka salah satu metode diskusi yang akan diterapkan yaitu metode
diskusi Jigsaw. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini pertama kali
dikembangkan oleh Aronson dkk.
Teknik atau cara mengaplikasikan
tipe Jigsaw dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Guru
membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri
dari 4-6 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda baik tingkat kemampuan
tinggi, sedang, dan rendah serta jika mungkin anggota berasal dari ras, budaya,
suku yang berbeda tetapi tetap mengutamakan kesetaraan jender. Kelompok ini
disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan
jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai. Dalam tipe Jigsaw ini, setiap siswa diberi
tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Semua siswa
dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang
disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG). Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan
bagian materi pembelajaran yang sama, serta menyusun rencana bagaimana
menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kelompok asal ini
oleh Aronson disebut kelompok jigsaw (gigi gergaji).
b. Setelah
siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok
atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi
kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi
pembelajaran yang telah didiskusikan.
c. Guru
memberikan kuis untuk siswa secara individual.
d. Guru
memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar
individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya (terkini).
e. Materi
sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi
pembelajaran.
f.
Perlu
diperhatikan bahwa jika menggunakan tipe Jigsaw untuk belajar materi baru,
perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Dengan
melihat karakteristik model pembelajaran kooperatif yang lebih menekankan pada
aktivitas belajar secara berkelompok, model ini dapat dijadikan salah satu
alternatif metode pembelajaran di kelas. Terlebih lagi terdapat banyak tipe
pada model pembelajaran ini yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan
karakteristik peserta didik serta materi pembelajaran yang akan dibahas. Dengan
melibatkan siswa secara aktif pada proses pembelajaran di dalam kelas,
diharapkan siswa dapat lebih ikut bertanggung jawab terhadap peningkatan
kemampuan belajarnya sendiri. Proses pembelajaran pun akan menjadi lebih
menarik dan tidak membosankan sehingga diharapkan hasil belajar juga akan
meningkat.
Seluruh
peserta diskusi harus selalu aktif dalam kegiatan belajar mengajar baik itu
berupa bertanya, memberikan jawaban, maupun memberikan sanggahan agar tujuan
dari
DAFTAR PUSTAKA
Anitah, Sri, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Fakhruddin, Asef Umar. 2011. Menjadi Guru Favorit. Jogyakarta: Diva
Press.
Kartono, Kartini. 1995. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan).
Bandung: CV Mandar Maju.
Suyono
dan Hariyanto. 2011. Belajar dan
Pembelajaran. Surabaya: Rosda.