RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) DENGAN METODE KOOPERATIF
1. Nama Sekolah
:
2. Mata
Pelajaran
: Sains
3. Kelas/Semester
: V/2
4. Standar Kompetensi :
Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan
energi, serta fungsinya.
5. Kompetensi
Dasar
: Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat
membuat pekerjaan lebih mudah dan
lebih cepat.
6. Indikator
: - Mengidentifikasi pesawat sederhana.
- Menggolongkan berbagai alat rumah tangga
sebagai
pengungkit dan bidang miring.
7. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui tanya jawab siswa dapat menjelaskan pengertian
pesawat sederhana dengan kata-kata sendiri.
2. Setelah berdiskusi kelompok siswa dapat mengidentifikasi
alat rumah tangga yang menggunakan prinsip kerja pesawat sederhana dan menggolongkan
alat rumah tangga yang termasuk pengungkit atau bidang miring.
8. Materi
Pembelajaran
Semua jenis
alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia disebut pesawat.
Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan
sebutan pesawat sederhana. Gabungan beberapa pesawat sederhana dapat membentuk
pesawat rumit, contohnya mesin cuci, sepeda, mesin mobil, dan lain-lain. Jadi
pesawat sederhana adalah suatu alat yang dapat mempermudah kita untuk melakukan
usaha sehingga kita tidak harus memerlukan energi yang besar untuk melakukan
usaha tersebut.
Pesawat sederhana dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu
tuas/ pengungkit, bidang miring, katrol, dan roda berporos. Pada umumnya, tuas
atau pengungkit menggunakan batang besi atau kayu yang digunakan untuk
mengungkit suatu benda. Contohnya jungkat-jungkit, alat
pemotong kertas, sekop dan lain-lain. Bidang miring adalah permukaan rata yang
menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Contohnya yaitu papan
miring, tangga dan sebagainya. Katrol merupakan roda yang berputar pada
porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai
penghubungnya. Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah
poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu
jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir
mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.
9. Alokasi
waktu
: 2 x 35 menit
10. Metode Pembelajaran
: Ceramah, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi.
11. Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran.
a.
Pendahuluan
- Mengucapkan salam
- Menanyakan kabar
dan mengabsen
- Menyiapkan peserta
didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
- Apersepsi
- Menyampaikan
cakupan materi dan uraian kegiatan yang akan dilakukan.
- Menjelaskan tujuan
pembelajaran.
b.
Kegiatan inti
Eksplorasi
- Siswa menggali
pengetahuannya sendiri dengan melakukan tanya jawab.
- Siswa secara
berkelompok menyebutkan benda-benda yang menggunakan prinsip kerja pesawat
sederhana.
- Siswa mengerjakan
lembar kerja siswa dengan menggunakan alat yang sudah disipkan.
Elaborasi
- Siswa
menggolongkan alat-alat yang digunakan tadi ke dalam dua dari empat jenis
pesawat sederhana yang ada.
- Siswa mencatat
hasil diskusi pada buku tulis masing-masing.
- Perwakilan
masing-masing kelompok membacakan hasil diskusi dan kelompok lain
menanggapinya.
Konfirmasi
- Guru memberikan penegasan terhadap jawaban yang disampaikan siswa.
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi siswa.
c.
Penutup
- Guru bersama siswa menyimpulakan materi pembelajaran.
- Guru merefleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
- Guru memberikan umpan balik positif terhadap proses dan
hasil pembelajaran.
- Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa.
- Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya.
12. Sumber Bahan: Buku Sains Kelas V, Media
(alat-alat rumah tangga)
13. Penilaian
Teknik : Pengamatan, lisan
Bentuk: Lembar pengamatan
Instrumen :
a.
Lembar pengamatan.
|
No.
|
Nama
Siswa
|
Aspek yang dinilai
|
Rata-rata
|
||
|
Ketepatan
hasil
|
Keaktifan
|
Kedisiplinan
|
|||
|
|
|||||
b.
Soal essay.
Jawablah pertanyaan di bawah mi dengan jelas dan benar!
1.
Jelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dengan
tuas/pengungkit!
2.
Sebutkan komponen-komponen dari tuas!
3.
Sebutkan 5 (lima) alat rumah tangga yang termasuk
menggunakan prinsip kerja pesawat sederhana!
4.
Sebutkan 3 (tiga) alat rumah tangga yang cara kerjanya
termasuk pengungkit!
5.
Sebutkan 3 (tiga) jenis pengungkit!
Kunci jawaban.
1.
Alat-alat yang dapat mempermudah pekerjaan.
2.
Titik tumpu, beban dan kuasa.
3.
Gunting, pisau, palu, obeng, tang.
4.
Jungkat-jungkit, linggis, alat pembuka tutup botol.
5.
Pengungkit jenis pertama, kedua, dan ketiga.
Skor = Jumlah soal benar x 2
Nilai akhir = (skor pengamatan+skor lembaran kerja )/20 x
100
Mengetahui
Kepala
Sekolah
Guru Kelas
.....................................
......................................
NIP.
Skenario Pembelajaran
Pada awal kegiatan setelah
guru memasuki ruang kelas dan mengucapkan salam, guru menyiapkan siswa secara
fisik dan psikis agar siswa siap menerima pelajaran. Menyiapkan kondisi fisik
berupa mengucapkan ”selamat pagi”, menanyakan kabar siswa dan mengabsen siswa.
Menyiapkan kondisi psikis siswa yaitu dengan berdoa bersama sebelum
pembelajaran dimulai. Selanjutnya siswa mengeluarkan alat tulis yang ia bawa.
Guru menyampaikan cakupan materi serta tujuan pembelajaran, ”Anak-anak hari ini
kita akan memperlajari tentang pesawat sederhana, kalian pastinya sudah membaca
buku dirumah, namun pada pertemuan kali ini ibu hanya membahas dua jenis
pesawat sederhana, mengingat waktu kita yang terbatas, ibu harapkan setelah
pembelajaran berlangsung kalian mampu mendefinisikan apa itu pesawat sederhana,
komponen-komponen serta golongannya”. Karena pembelajaran pada pertemuan kali
ini mengenai pesawat sederhana, maka sebelum sampai pada materi yang akan
dipelajari, guru menceritakan pengalamannya terkait dengan materi pelajaran.
”Nah, kemarin ibu membeli sebuah botol fanta, kemudian kalau kita buka
menggunakan tangan saja, menurut kalian bagaimana” tanya ibu guru kepada siswa.
”sulit bu” siswa menjawab serempak. ”Pasti, kemudian ibu mengambil inisiatif untuk
membukanya dengan menggunakan pembuka botol dan ternyata sangat mudah
membukanya dibandingkan dengan hanya menggunakan tangan. Contoh lain misalnya
kaleng biskuit yang tentu sulit dibuka hanya dengan menggunakan tangan saja,
tetapi akan terasa mudah jika membukanya menggunakan sendok”, guru menceritakan
pengalamannya sambil memperhatikan semua siswa.
”Nah cerita ibu tadi terkait dengan konsep pesawat sedehana. Kira-kita apakah
dari kalian pernah mengalami kejadian serupa?” ibu guru kembali bertanya kepada
siswa. Seorang siswa mengacungkan tangan dan guru mempersilahkan siswa tersebut
untuk bercerita. ”Kemarin saya melihat bapak sedang memindahkan batu besar,
sebelumnya bapak menggunakan tangan dan terlihat sangat sulit menggesernya,
kemudian bapak menggunakan linggis, ternyata sangat mudah menggeserkannya” Andi
menceritakan pengalamannya dengan sungguh-sungguh. ”Berikan tepuk tangan kepada
Andi” kata ibu guru disertai dengan tepuk tangan dari siswa lainnya.
Selanjutnya guru bertanya kepada siswa lainnya apakah ada yang mau bercerita
lagi dan siswa hanya terdiam. Karena tidak ada yang bercerita ibu guru
memberikan pertanyaan kepada siswa, ”Anak-anak sekalian tadi telah kita simak
cerita dari Andi. Nah sekarang ibu mau bertanya, apakah linggis yang
diceritakan Andi tadi termasuk pesawat sederhana? Jika ia apakah termasuk tuas,
bidang miring, katrol atau roda berputar?”. Guru memperhatikan semua siswa yang
tampaknya mulai berbisik dengan teman sebangkunya. ”Nah kalian kan pasti sudah
membaca buku sebelumnya, sekarang siapa yang mau menjawab?” sambung ibu guru
dan beberapa siswa pun mengacungkan tangan selanjutnya guru menunjuk salah satu
siswa. ”Linggis termasuk pesawat sederhana jenis pengunglit/tuas bu” jawab Yeni
yang terlihat sangat percaya diri dan ibu gurupun memberikan senyuman. ”Kalau
begitu siapa yang tau apa saja komponen dari tuas?” Ibu guru kembali bertanya.
”Saya bu, komponen tuas yaitu titik tumpu, beban dan kuasa” jawab salah satu
siswa dan ibu guru mengacungkan tangan. ”Nah sekarang dari cerita Andi tadi,
siapa yang bisa menunjukkan mana yang termasuk titik tumpu, beban dan kuasa”
ibu guru terus memberikan pertanyaan kepada siswa. Siswa yang pertama kali
mengacungkan tangan diberikan kesempatan untuk menjawab. Jawaban yang
dilontarkan siswa sudah benar namun guru tidak menkonfirmasi secara langsung,
guru hanya memberikan penguatan.
Guru kembali mengalihkan perhatian siswa dengan memberikan masalah lain, ”Nah
sekarang anak-anak siapa pernah melihat orang yang memindahkan drum yang berisi
minyak ke dalam mobil” tanya ibu guru. ”Saya bu, saya bu” jawab beberapa siswa.
”Baik, saat anak-anak melihat orang memindahkan drum ke dalam mobil, apakah
mereka menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu” guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menjawab, ”Saya pernah melihat orang yang
menaikkan drum ke dalam mobil menggunakan papan yang dimiringkan bu,
selanjutnya drum didorong ke atas”. ”Benar sekali jawaban teman kalian. Jika
kita menggunakan papan yang dimiringkan untuk menaikkan sebuah drum ke dalam
mobil, itu jauh lebih mudah dibandingkan kita mengangkatnya menggunakan tangan,
karena berat drum tersebut akan ditumpu oleh papan tersebut. Nah dari ilustrasi
diatas apakah papan yang digunakan termasuk pesawat sederhana? Jika ia, termasuk
jenis pesawat sederana apa? Tuas, bidang miring, katrol atau roda berputar?”
sambung ibu guru. Siswa mulai berdiskusi dengan teman sebangkunya dan ibu guru
kembali berkata, ”Kalian pasti sudah membaca buku kemarin kan? Nah hayo siapa
yang bisa menjawab”. Salah satu siswa pun menjawab, ”Bidang miring bu, bidang
miring berguna untuk membantu memindahkan benda-benda yang terlalu berat. Cara
paling mudah memindahkan drum ke dalam mobil yaitu dengan menggunakan bidang
miring. Drum dapat didorong atau ditarik melalui bidang miring. Tenaga yang
dikeluarkan lebih kecil daripada mengangkat drum secara langsung”. ”Wah tepat
sekali jawaban dari Asty, berikan tepuk tangan kepada teman kalian”
sambung ibu guru. ”Nah selain contoh diatas, apakah ada yang tau contoh
bidang miring lainnya?”. Saat guru bertanya siswa terlihat bingung, selanjutnya
guru kembali berkata, ”Siapa yang pernah melihat orang yang memenjat pohon
kelapa? kira-kira gampangan mana jika jika ia memanjatnya langsung atau
menggunakan bantuan alat” kata ibu guru. ”Saya pernah melihat paman sedang
memetik buah kelapa, ia menggunakan tangga untuk bisa naik bu” jawab salah satu
siswa. ”Tepat sekali anak-anak, jika kita menggunakan tangga saat memetik buah
kelapa, itu jauh lebih gampang daripada kita memenjatnya langsung. Tangga juga
termasuk pesawat sederhana jenis bidang miring. Dari beberapa cerita diatas,
siapa yang bisa mendefinisikan apa itu pesawat sederhana?” guru bertanya kepada
siswa kemudian beberapa siswa menjawabnya dengan menggunakan kata-kata sendiri
dan guru memberikan penguatan kepada siswa yang menjawab.
”Kalian semua mungkin sudah pahan tentang pesawat sederhana dan alat-alat yang
termasuk pesawat sederhana. Apakah ada yang bertanya?” guru memberikan
kesempatan kepada siswa yang belum mengerti. ”Buk, mengapa jungkat-jungkit
termasuk pesawat sederhana” tanya seorang siswa yang duduk paling belakang.
”Pertanyaan yang bagus. Benar sekali Agus, Jungkat-Jungkit termasuk dalam
kategori pengungkit (tuas). Pengungkit merupakan salah satu alat pesawat
sederhana yang dapat digunakan untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat
benda. Jungkat-jungkit gunanya untun mengangkat benda, maka dari itu
jungkat-jungkit juga termasuk pesawat sederhana. Jungkat-jungkit merupakan
pengungkit jenis pertama, karena letak titik tumpu berada diantara beban dan
kuasa. Oh iya anak-anak, ingat ya, pengungkit dibedakan menjadi 3 yaitu
pengungkit golongan pertama, pengungkit golongan ke dua dan pengungkit golongan
ke tiga. Pengungkit golongan pertama yaitu titik tumpu berada diantara beban
dan kuasa. Pengungkit golongan kedua yaitu beban berada diantara titik tumpu
dan kuasa. Sedangkan pengungkit jenis ke tiga yaitu kuasa berada diantara titik
tumpu dan beban.” kata ibu guru menjelaskan tentang macam-macam pengungkit.
Guru juga menjelaskan bahwa benda-benda tajam seperti pisau dan kapak termasuk
pesawat sederhana jenis bidang miring karena pada benda-denda tersebut terdapat
bidang miring yaitu pada bagian yang tajam, kegunaannya ialah untuk mempermudah
melakukan pekerjaan seperti memotong dan membelah. Guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya lagi, namun tidak ada yang mengacungkan tangan dan
guru menganggap semua siswa sudah mengerti.
Kegiatan selanjutnya yaitu guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Karena
dalam kelas terdapat 25 siswa maka siswa dibagi menjadi lima kelompok yang
masing-masing kelompok berjumlah 5 orang. Dalam kelompok, guru menugaskan siswa
untuk mencari pengertian tuas, komponen tuas dan mencari letak komponen tersebut
serta menggolongkannya ke dalam golongan tuas yang ada. ”Anak-anak kemarin ibu
sudah menugaskan kepada kalian untuk membawa alat-alat yang ada hubungannya
dengan materi kita hari ini, sekarang coba keluarkan!”. Kelompok 1 membawa
gunting, kelompok 2 membawa stapler, kelompok 3 membawa pembuka botol, kelompok
4 membawa pemotong kuku dan kelompok 5 membawa pinset. ”Anak-anak sekarang
kerjakan LKS yang ibu bagikan, tolong dijawab serta gambar alat/benda-benda
yang sudah kalian bawa dan beri keterangan, serta termasuk jenis pengungkit
golongan berapa. Setelah selesai menggambar silahkan tukar benda yang kalian
bawa dengan kelompok lainnya hingga semua kelompok menggambar 5 benda yang
berbeda”.
Setelah kegiatan diskusi
berlangsung, siswa bersama guru membahas hasil diskusi dan meminta perwakilan
kelompok untuk mempresentasikannya ke depan kelas. Selanjutnya guru memberikan
penguatan kepada siswa serta penegasan terhadap jawaban yang
disampaikan. Setelah kegiatan diskusi berakhir, siswa kembali ke tempat
duduk masing-masing dan guru memberikan tugas untuk di kerjakan di rumah.
Selanjutnya guru memberi kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang
belum dipahami dari materi yang telah dijelaskan. Kemudian guru menjelaskan
kembali materi yang belum dipahami oleh siswa dengan memberikan penekanan pada
hal-hal yang penting. Pada akhir pembelajaran guru dan siswa menyimpulkan
pembelajaran bersama-sama. Kemudian guru melakukan evaluasi secara lisan. Guru
memberikan penilaian terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran. Guru memberikan
motivasi pada siswa untuk mengulang-ulang pelajaran di rumah serta menyampaikan
rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
BAB
I
PENDAHULUAN
Pelaksanaan pembelajaran yang aktif ,inovatif, kreatif,
efektif dan menyenangkan baik yang akan dilaksanakan di dalam maupun di luar
kelas diperlukan persiapan yang matang oleh pendidik semua mata pelajaran.
Persiapan yang dimaksud adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan
skenario dalam pembelajaran.Dalam penyusunan RPP seorang pendidik perlu
memperhatikan pendekatan dan metode jenis apa yang akan dipilih dan dipakai
dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pemilihan suatu pendekatan dan metode
tentu harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan sifat materi yang akan
menjadi pembelajaran.Pada hakikatnya tidak pernah terjadi satu materi pelajaran
disajikan dengan menggunakan hanya satu metode. Pembelajaran dengan menggunakan
banyak metode akan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran yang lebih bermakna
(Rustaman,2003:107). Hal ini dilakukan agar tujuan pembelajaran yang telah
disusun dapat tercapai dengan baik.
Metode apa yang paling tepat untuk diterapkan dalam suatu
proses pembelajaran ? Hal itu jelas harus dikuasai oleh guru. Lebih jelasnya
adalah bahwa dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) guru harus mampu menguasai
berbagai metode yang paling tepat sesuai dengan materi pelajaran yang
diajarkan.
Penguasaan terhadap metode, alat / media dan teknik
pembelajaran ini harus diterapkan dan tercermin dalam program pembelajaran.
Jadi pada intinya proses pembelajaran harus bervariatif, metode yang digunakan
tidak monoton, sehingga potensi yang ada pada masing-masing anak dapat
dikembangkan secara optimal.
Berbagai tuntutan di atas akan dapat terlaksana dengan baik
apabila guru yang bersangkutan memiliki kemampuan professional, artinya baik
dalam motivasi untuk mengajar maupun kemampuan secara teknis instruksional,
guru tersebut benar-benar dapat diandalkan.
Salah satu bentuk profesionalitas seorang guru adalah jika
yang bersangkutan mampu menerapkan metode mengajar yang baik, salah satunya
adalah metode diskusi dalam pembelajaran.
Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1. Jelaskan definisi strategi pembelajaran
yang digunakan dalam RPP?
2. Jelaskan metode yang digunakan dalam RPP?
3. Jelaskan teknik atau cara pelaksanaan
metode tersebut?
Dari rumusan masalah di atas dapat
diketahui tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1. Mendefinisikan
definisi strategi pembelajaran yang digunakan dalam RPP
2. Menjelaskan metode
yang digunakan dalam RPP
3. Menjelaskan teknik
atau cara pelaksanaan metode tersebut
No comments:
Post a Comment