Efektifitas Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui sejauh mana keefektifan metode demonstrasi pada bidang studi Fiqih
di MTs. YAPIDAN dengan metode deskriptif analisis terhadap data yang penulis
peroleh dari lapangan. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah
yangditeliti, penulis merumuskan pertanyaan penelitian yang terperinci dan
bersifat operasional.Fiqih yang dimaksud adalah pengertian fiqih yang terdapat
dalam GBPP MTs. yaitu bimbingan untuk mengetahui ketentuan-ketentuan syariat
Islam atau usaha bimbingan terhadap anak didik agar memahami, menghayati dan mengamalkan
ajaran Islam. Sedangkan metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan
memperagakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di kelas atau di luar
kelas baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang
relevan.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara
wawancara, observasi dan angket yang disebarkan kepada siswa dengan cara random
sampling/secara acak. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII MTs.
YAPIDAN yang berjumlah 135 siswa untuk memudahkan penelitian maka penulis
bulatkan menjadi 60 siswa (sebagai sampel penelitian).Hasil penelitian
menunjukkan bahwa metode demonstrasi efektif digunakan pada bidang studi fiqih
di MTs. Yapidan. Keefektifan metode ini disebabkan mamberi kemudahan pada siswa
dalam memahami pelajaran.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT., yang telah memberikan petunjuk dan pertolongan sehingga
skripsi ini selesai dengan judul Efektifitas Metode Demonstrasi Pada
Pembelajaran Bidang Studi Fiqih di MTs. Shalawat dan salamsemoga
tercurah kepada Nabi besar Muhammad
SAW., beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah menuntun manusia ke jalan
yang benar, di jalan yang diridhai Allah SWT.Penulis menyadari akan keterbatasan
kemampuan yang ada, baik dari segi kemampuan berfikir maupun fasilitasnya;
sudah barang tentu dari berbagai segi dalam skripsi ini masih banyak
kekurangannnya. Sungguhpun demikian, penulis telah berupaya semaksimal mungkin
dalam menyelesaikan skripsi ini. Yang dalam prosesnya tidak sedikit cobaan dan
hambatan yang harus dihadapi, namun alhamdulillah, atas bantuan, saran, dan
bimbingan dari semua pihak memberikan kemudahan bagi penulis sehingga skripsi
akhirnya dapat terselesaikan.
Akhirnya penulis ucapkan banyak terima
kasih kepada ketua dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam yang
senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada penuis.semoga proposal ini
dapan bermanfaat khususnya bagi penulis mumnya bagi pembaca.
Penyusun
DAFTAR ISI
ABSTRAK
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
B.
Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah
C.
Tujuan dan Manfaat Penulisan Skripsi
D.
Metodologi Pembahasan
BAB
II KAJIAN TEORI TENTANG EFEKTIFITASMETODE
DEMONSTRASI
PADA PEMBELAJARAN BIDANG
STUDI
FIQIH DI MTS.
A.
Metode Pengajaran dan Macam-macamnya
1.
Pengertian Metode Pengajaran
2.
Macam-macam Metode Pengajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
B.
Metode Demonstrasi
1.
Pengertian Metode Demonstrasi
2.
Langkah-langkah Dalam Mengaplikasikan Metode
Demonstrasi
3.
Kelebihan Dan Kekurangan Metode Demonstrasi
Dalam
Proses Belajar Mengajar
C.
Bidang Studi Fiqih Di MTs
1.
Pengertian Dan Tujuan Bidang Studi Fiqih Di MTs
2.
Ruang Lingkup Materi Bidang Studi Fiqih Di MTs
D.
Kerangka Berpikir
BAB
III METODOLOGI PENELITIAN
A.
Variabel Penelitian
B.
Teknik Pengumpulan Data
C.
Teknik Analisa Data
DAFTAR
PUSTAKA
Latar Belakang Masalah
Pendidikan pada hakekatnya berlangsung dalam
suatu proses. Proses itu berupa transformasi nilai-nilai pengetahuan, teknologi
dan keterampilan.Penerima proses adalah anak atau siswa yang sedang tumbuh dan
berkembang menuju ke arah pendewasaan kepribadian dan penguasaan
pengetahuan.Selain itu, pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan
harkatdanmartabat manusia yang diperoleh melalui proses yang panjang dan
berlangsung sepanjang kehidupan.Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yaitu:
Artinya : .. niscaya Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan
beberapa derajat. Dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (QS.
Mujadalah : 11)1
Keluarga merupakan lembaga pendidikan
pertama dan utama bagi setiap anak yang lahir, tumbuh dan berkembang secara
manusiawi dalam mencapai kematangan fisik dan mental masing-masing anak. Di
dalam keluarga, setiap anak memperoleh pengaruh yang mendasar sebagai landasan
pembentukan pribadinya.Untuk lebih meningkatkan potensi pada diri anak, orang tua
tidak hanya mendidik anaknya di rumah, akan tetapi mereka mengirimkan atau
menitipkan anaknya kesekolah, agar mampu memenuhi tuntutan zaman sekaligus meningkatkan
pendidikan pada anak tersebut. Sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua yang
bertugas membantukeluarga dalam membimbing
dan mengarahkan perkembangan serta pendayagunaan potensi tertentu yang dimiliki
siswa atau anak, agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia,
sebagai anggota masyarakat, ataupun sebagai individual. Sekolah merupakan
pendidikan yang berlangsung secara formal artinya terikat oleh
peraturan-peraturan tertentu yang harus diketahui dan dilaksanakan. Di sekolah,
murid atau anak tidak lagi diajarkan oleh orang tua, akan tetapi gurulah
sebagai pengganti orang tua.Salah satu bidang studi yang diajarkan di MTs.
adalah fiqih. Fiqih secara umum merupakan salah satu bidang studi Islam yang
banyak membahas tentang hukum yang mengatur pola hubungan manusia dengan
Tuhannya,antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya.
Melalui bidang studi fiqih ini diharapkan siswa tidak lepas dari jangkauan
normanorma agama dan menjalankan aturan syariat Islam.Proses belajar-mengajar
akan berjalan dengan baik kalau metode yang digunakan betul-betul tepat, karena
antara pendidikan dengan metode saling berkaitan. Menurut Zakiah Daradjat,
pendidikan adalah usaha atau tindakan untuk membentuk manusia.2 Disini guru
sangat berperan dalam membimbing anak didik ke arah terbentuknya pribadi yang
diinginkan.Sedangkan metode adalah .suatu cara dan siasat penyampaian bahan pelajaran
tertentu dari suatu mata pelajaran, agar siswa dapat mengetahui,memahami,
mempergunakan dan menguasai bahan pelajaran.
Selain itu jugadalam proses belajar
mengajar terjadi interaksi dua arah antara pengajar danpeserta didik.anak memperoleh
pengaruh yang mendasar sebagai landasan pembentukanpribadinya.Untuk lebih
meningkatkan potensi pada diri anak, orang tua tidak hanya mendidik anaknya di
rumah, akan tetapi mereka mengirimkan atau menitipkananaknya kesekolah, agar
mampu memenuhi tuntutan zaman sekaligusmeningkatkan pendidikan pada
anak tersebut.Sekolah merupakan lembaga
pendidikan kedua yang bertugas membantukeluarga dalam membimbing dan
mengarahkan perkembangan sertapotensi
tertentu yang dimiliki siswa atau anak,
agar mampumenjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia, sebagai
anggotamasyarakat, ataupun sebagai individual.Sekolah merupakan pendidikan yang
berlangsung secara formal artinyaterikat oleh peraturan-peraturan tertentu yang
harus diketahui dan
dilaksanakan. Di sekolah, murid atau
anak tidak lagi diajarkan oleh orang tua,akan tetapi gurulah sebagai pengganti
orang tua.
Salah satu bidang studi yang diajarkan
di MTs. adalah fiqih. Fiqih secaraumum merupakan salah satu bidang studi Islam
yang banyak membahastentang hukum yang mengatur pola hubungan manusia dengan
Tuhannya,antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya.
Melaluibidang studi fiqih ini diharapkan siswa tidak lepas dari jangkauan
normanormaagama dan menjalankan aturan syariat Islam.Proses belajar-mengajar
akan berjalan dengan baik kalau metode yangdigunakan betul-betul tepat, karena
antara pendidikan dengan metode salingberkaitan. Menurut Zakiah Daradjat,
pendidikan adalah usaha atau tindakan untuk membentuk manusia.2
Disini guru sangat berperan dalam membimbinganak didik ke
arah terbentuknya pribadi yang diinginkan.Sedangkan metode adalah .suatu
cara dan siasat penyampaian bahanpelajaran tertentu dari suatu mata pelajaran,
agar siswa dapat mengetahuimemahami, mempergunakan dan menguasai bahan
pelajaran..3
Selain itu jugadalam proses belajar mengajar terjadi
interaksi dua arah antara pengajar danpeserta didik.Kedua kegiatan ini saling
mempengaruhi dan dapat menentukan hasilbelajar. Disini kemampuan guru dalam menyampaikan
ataumentransformasikan bidang studi dengan baik, merupakan syarat mutlak
yangtidak dapat ditawar lagi karena hal ini dapat mempengaruhi proses
mengajardan hasil belajar siswa.Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan baik
agar siswa lebihmudah memahami pelajaran, seorang guru selain harus menguasai
materi, diajuga dituntut untuk dapat terampil dalam memilih dan menggunakan
metodemengajar yang tepat untuk situasi dan kondisi yang dihadapinya. Seorang
gurusangat dituntut untuk dapat memiliki pengertian secara umum mengenai sifat berbagai
metode, baik mengenai kebaikan metode maupun mengenai kelemahan-kelemahannya.
Ada beberapa metode yang dikenal dalam
pengajaran, misalnya yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode pemberian
tugas, metode eksperimen, metode tanya-jawab, dan sebagainya. Dengan memilih
metode yang tepat, seorang guru selain dapat menentukan output atau hasil
lulusan dari lembaga pendidikan, juga merupakan landasan keberhasilan lembaga pendidikan,
dan juga menjadi pengalaman yang disenangi bagi anak didik.Oleh karena itu,
untuk dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif dalam mata pelajaran
fiqih, guru dapat memilih metode demonstrasi, karena dalam pelajaran ini banyak
materi yang dapat diterapkan atau dipraktekkan,
seperti cara sholat, tayammum, dan
lain-lain.
Metode demonstrasi adalah cara belajar
dengan cara memperagakan ataumempertunjukkan sesuatu di hadapan murid, yang
dilakukan di dalam maupundi luar kelas. Menurut Aminuddin Rasyad, dengan
menggunakan demonstrasi, guru telah memfungsikan seluruh alat indera murid karenaproses
belajar-mengajar dan pembelajaran yang efektif adalah bila guru mampu memfungsikan
seluruh panca indera murid
B.
Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah
1.
Identifikasi Masalah
a.
Bagaimana penerapan metode demonstrasi pada pelajaran bidang studi fiqih di
MTs. yapidan?
b.
Pengaruh metode demonstrasi terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap
materi-materi bidang studi fiqih ?
c.
Apakah kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi dalam matapelajaran fiqih di
MTs. Yapidan?
d.
Apakah metode demonstrasi pada bidang studi fiqih di MTs. Yapidan efektif atau
tidak?
2.
Pembatasan Masalah
Dalam
skripsi ini, masalah yang diteliti dibatasi pada:
a.
Penerapan metode demonstrasi pada bidang studi fiqih di MTs. Yapidan .
b.
Efektifitas penerapan metode demonstrasi pada bidang studi fiqih di sekolah
tersebut, dibatasi pada materi yang sesuai dengan metode tersebut.
c.
Yang menjadi objek penelitian adalah siswa/i MTs. Yapidan Kelas VII Tahun ajaran
2013.
3.
Perumusan Masalah
a.
apakah penerapan metode demonstrasi pada pelajaran bidang studi fiqih di MTs.
Yapidan dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
b.
bagaimana Pengaruh metode demonstrasi terhadap peningkatan pemahaman siswa
terhadap materi-materi bidang studi fiqih ?
C.
Tujuan Penelitian
a.
Untuk mengetahui apakah penerapan metode demonstrasi pada pelajaran bidang
studi fiqih di MTs. Yapidan dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
b.
Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh metode demonstrasi terhadap peningkatan
pemahaman siswa terhadap materi-materi bidang studi fiqih ?
D.
Metodologi Pembahasan
Metode
yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah metodedeskriptif analisis
yang di tunjang oleh data-data yang di peroleh melaluipenelitian lapangan
(Field Research).Penelitian lapangan (Field Research) yaitu penelitian dengan
terjun langsung ke objek penelitian guna memperoleh data yang jelas
danrepresentatif.
KAJIAN TEORITIS
A.
Metode Pengajaran dan Macam-macamnya
1.
Pengertian Metode Pengajaran
Metode berasal dari bahasa Yunani .Greek.,
yakni .Metha.,berarti melalui , dan .Hadas. artinya cara, jalan,
alat atau gaya. Dengankata lain, metode artinya .jalan atau cara
yangharusditempuhuntukmencapai tujuan tertentu.Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, susunan W.J.S.Poerwadarminta, bahwa .metode adalah cara yang teratur
dan berpikirbaik-baik untuk mencapai suatu maksud..2 Sedangkan dalam
KamusBahasa Indonesia Kontemporer pengertian metode adalah . cara kerjayang
sistematis untuk mempermudah sesuatu kegiatan dalam mencapai maksudnya. Dalam
metodologi pengajaran agama Islam pengertian metode adalah suatu cara .seni.
dalam mengajar.edangkan secara terminologi atau
istilah, menurut MulyantoSumardi, bahwa
.metode adalah rencana menyeluruh yang berhubungan dengan penyajian materi
pelajaran secara teratur dan tidak salingbertentangan dan didasarkan atas
approach. Selanjutnya H. MuzayyinArifin mengatakan bahwa .metode adalah salah
satu alat atau cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan..6Dari beberapa
pengertian tersebut di atau jelaslah bahwa metode merupakan alat yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan, maka diperlukan pengetahuan tentang tujuan
itu sendiri. Perumusan tujuan yang sejelas-jelasnya merupakan persyaratan
terpenting sebelum seorang guru menentukan dan memilih metode mengajar yang
tepat.Untuk mencapai hasil yang diharapkan, hendaknya guru dalam menerapkan
metode terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi yang paling tepat untuk
dapat diterapkannya suatu metode tertentu, agar dalam situasi dan kondisi
tersebut dapat tercapai hasil proses pembelajaran dan membawa peserta didik ke
arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Untuk itu dalam memilih metode yang
baik guru harus memperhatikan tujuh hal di bawah ini:
a.
Sifat dari pelajaran.
b.
Alat-alat yang tersedia.
c.
Besar atau kecilnya kelas.
d.
Tempat dan lingkungan.
e.
Kesanggupan guru
f.
Banyak atau sedikitnya materi
g.
Tujuan mata pelajaran.7
Pengertian pengajaran itu sendiri dapat
ditinjau dari segi bahasa dan istilah. Secara bahasa kata pengajaran adalah
bentuk kata kejadian dari dasar ajar dengan mendapat konfiks pen-an yang
berarti .barang apa yang dikatakan orang supaya diketahui dan dituruti. Menurut
Ramayulis pengajaran berasal dari kata .ajar. di tambah awalan .pe. dan akhiran
an. sehingga menjadi kata pengajaran. yang berarti proses penyajian atau bahan
pelajaran yang disajikan.Sedangkan menurut Hasan Langgulung, bahwa pengajaran
adalah pemindahan pengutahuan dari seseorang yang mempunyai pengetahuan kepada
orang lain yang belum mengetahui.
Dari pengertian di atas, terdapat
unsur-unsur subtansial kegiatan pengajaran yang meliputi:
1. .Pengajaran adalah upaya pemindahan
pengetahuan
2. Pemindahan pengetahuan dilakukan
oleh seseorang yang mempunyai pengetahuan (pengajar) kepada orang lain yang belum
mengetahui (pelajar) melalui suatu proses belajarm engajar.Proses pengajaran yang dilakukan mengacu pada tiga
aspek, yaitu.penguasaan
sejumlah pengetahuan, keterampilan dan
sikap tertentu sesuai dengan isi proses belajar mengajar tersebut.
Jadi pengajaran secara bahasa yaitu hal
apa yang dikatakan orang supaya diketahui. Sedangkan secara istilah para ahli
pendidikan berbeda pendapat dalam memberikan definisi tentang pengajaran. Ada
yang mengatakan bahwa pengertian antara pengajaran dan pendidikan itu sama
dan ada pula yang mengatakan bahwa
antara pengajaran dan pendidikan itu berbeda.
Menurut H. B. Hamdani, bahwa pendidikan
dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari suatu generasi yang
tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya
kepada generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya
dalam pergaulan bersama dengan
sebaik-baiknya. Dengan kata lain,pendidikan bertujuan agar menggunakan segala
kemampuan yang ada padanya, baik fisik, intelektual, emosional, maupun
psikomotornya untuk menghadapi tantangan hidup dan mengatasi kesulitan-kesulitan
dan hambatan-hambatan sepanjang perjalanan hidup.
Dengan
demikian pendidikan adalah sebagai bimbingan terhadap perkembangan jasmani dan
rohani anak menuju kedewasaan.Sidi Gazabla menjelaskan tentang perbedaan antara
pengajaran dan pendidikan. Adapun yang dimaksud dengan pengajaran adalah cara
mengajar, jalan mengajar yakni memberikan pelajaran berupa pengetaahuan.
Pengajaran yang diberikan secara sistematis dan metodis,mengajar adalah
membentuk menusia terpelajar. Sedangkan pendidikanadalahmenanamkan laku dan
perbuatan terus menerus berulangkali terus menerus sehingga menjadi
kebutuhan.Walaupun Sidi Gazabla membedakan antara pengajaran dan pendidikan,
pada hakikatnya pengajaran mempunyai persamaan dengan pendidikan, yakni
pengajaran sesungguhnya juga menanamkan, membentuk kebiasaan yaitu kebiasaan
berfikir menurut cara tertentu. Dari kebiasaan berfikir kemudian menjadi adat,
adat membentuk sifat-sifat tertentu dalam berfikir, sifat ini merupakan tabiat
rohaniah, karena merupakan sebagian dari kepribadian. Dilihat dari segi ini
pengajaran adalah juga pendidikan, tetapi tidak dapat dikatakan pendidikan
adalah pengajaran, sebab pendidikan lebih luas isinya dari pengajaran. Seperti sapi
dan hewan, sapi adalah hewan, tetapi hewan bukanlah sapi saja. Berarti
pengajaran adalah pendidikan, tetapi pendidikan bukan pengajaran saja. Jadi
objek pengajaran adalah pikiran sedangkan sasaran pendidikan adalah perasaan.
Dari uraian tersebut dapat diambil
suatu kesimpulan bahwa metode pengajaran adalah suatu usaha atau cara yang
dilakukan oleh guru (pendidik) dalam menyampaikan mareri pelajaran kepada siswa
yang bertujuan agar murid dapat menerima dan menanggapi serta mencerna pelajaran
dengan mudah secara efektif dan efisien, sehingga apa yang menjadi tujuan dari
pembelajaran tersebut dapat tercapai dengan baik.
2.
Macam-macam Metode Pengajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
Agar psoses belajar mengajar dapat
terlaksana dengan baik dan mencapai sasaran, maka salah satu faktor penting
yang harus diperhatikan adalah menentukan cara mengajarkan bahan pelajaran
kepada siswa dengan memperhatikan tingkat kelas, umur, dan lingkungannya tanpa mengabaikan
faktor-faktor lain. Banyak metode yang digunakan dalam mengajar. Untuk memilih metode-metode
mana yang tepat digunakan dalam menyampaikan materi Pelajaran, terlebih dahulu penulis
akan menyebutkan macam-macam metode pengajaran.
Menurut Nana Sujana, .metode-metode
yang digunakan dalam pengajaran yaitu: Metode ceramah, tanya jawab, diskusi,
pemberian tugas dan resitasi, kerja kelompok, demonstrasi dan eksperimen, sosio
drama, problem solving, sistem regu, latihan, karyawisata, survey masyarakat
dan simulasi
Berdasarkan pendapat ahli pendidikan,
maka sesuai dengan judul penelitian, dalam hal ini penulis hanya akan
menjelaskan lebih rinci macam metode yakni metode demonstrasi; yang meliputi
pengertianmetode demonstrasi, langkah-langkah metode demonstrasi, kebaikan dan kelemahan
metode demonstrasi serta cara mengatasi kelemahannya.
B.Metode
Demonstrasi
1.
Pengertian Metode
Demonstrasi
Beberapa pengertian metode menurut para
ahli, salah satunya adalah menurut Muhibbin Syah dalam bukunya .Psikologi
Pendidikan dengan Pendekatan Baru.,adalah bahwa:.Metode secara harfiah berarti cara..
Dalam pemakian yang umum, metode diartikan sebagai cara melakukan sesuatu
kegiatan atau cara-cara melakukan kegiatan dengan menggunakan fakta dan
konsep-konsep secara sistematis.Dan menurut Muzayyin Arifin, .Pengertian metode
adalah cara, bukan langkah atau prosedur. Kata prosedur lebih bersifat teknis administrative
atau taksonomis. Seolah-olah mendidik atau mengajar hanya diartikan cara
mengandung implikasi mempengaruhi. Maka saling ketergantungan antara pendidik
dan anak didik di dalam proses kebersamaan menuju kearah tujuan
tertentu.Menurut W.J.S Poerwadarminta, .Metode adalah .cara. yang telah teratur
dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud.
Kesimpulan dari pengertian-pengertian
di atas yaitu bahwa metode secara umum adalah cara yang tepat dan cepat dalam
melakukan sesuatu hal, seperti menyampaikan mata pelajaran.Sedangkan pengertian
metode demonstrasi menurut Muhibbin Syah adalah .Metode mengajar dengan cara
memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik
secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok
bahasan atau materi yang sedang disajikan.Dalam kamus Inggris-Indonesia,
demonstrasi yaitu
mempertunjuk-kan atau mempertontonkan
Metode demonstrasi adalah metode
mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau
untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. Dengan
menggunakan metode demonstrasi, guru atau murid memperlihatkan kepada seluruh
anggota kelas mengenai suatu proses,
misalnya bagaimana cara sholat yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.Menurut
Aminuddin Rasyad, .Metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan
meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan murid di
kelas atau di luar kelas.
Dari uraian dan definisi di atas, dapat
dipahami bahwa metode demonstrasi adalah dimana seorang guru memperagakan
langsung suatu hal yang kemudian diikuti oleh murid sehingga ilmu atau keterampilan
yang didemonstrasikan lebih bermakna dalam ingatan masing-masing
murid. Semenjak zaman Nabi Muhammad
SAW, bahkan semenjak awal sejarah kehidupan manusia, penggunaan metode
demonstrasi dalam pendidikan sudah ada. Contohnya pada waktu itu Nabi, seorang
pendidik yang agung, banyak menggunakan metode demonstrasi
perilaku keseharian sebagai seorang
muslim, maupun praktek ibadah seperti mengajarkan cara sholat, wudhu dan
lain-lain. Semua cara tersebut dipraktekkan atau ditunjukkan oleh Nabi, lalu kemudian
para umat mengikutinya.
2.Langkah-langkah
Dalam Mengaplikasikan Metode Demonstrasi
Untuk melaksanakan metode demonstrasi
yang baik atau efektif,ada beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan
oleh guru, yang terdiri dari .perencanaan, uji coba dan pelaksanaan oleh guru
lalu diikuti oleh murid dan diakhiri dengan adanya evaluasi.
Adapun langkah tersebut adalah sebagai
berikut:
1)
Merumuskan dengan
jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa
sesudah demonstrasi itu dilakukan.
2)
Mempertimbangkan
dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia
merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
3)
Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan
sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal.
4)
Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas.
5)
Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sebaiknya
sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal
pada waktunya.
6)
Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi
kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaanpertanyaan dan komentar selama dan
sesudah demonstrasi.
7)
Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan:
-
Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
-
Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat
melihat dengan jelas.
-
Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya.
8)
Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa.
Setelah perencanaan-perencanaan telah
tersusun sebaiknya diadakan uji coba terlebih dahulu agar penerapannya dapat
dilaksanakan dengan efektif dan tercapai tujuan belajar mengajar yang telah
ditentukan dengan mengadakan uji coba dapat diketahui kekurangan dan kesalahan praktek
secara lebih dini dan dapat peluang untuk memperbaiki dan menyempurnakannya.
Langkah selanjutnya dari metode ini adalah realisasinya yaitu saat guru
memperagakan atau mempertunjukkan suatu proses atau caramelakukan sesuatu
sesuai materi yang diajarkan. Kemudian siswa disuruh untuk mengikuti atau
mempertunjukkan kembali apa yang telah dilakukan guru. Dengan demikian unsur-unsur
manusiawi siswa dapat dilibatkan baik emosi, intelegensi, tingkah laku serta
indera mereka, pengalaman langsung itu memperjelas pengertian yang ditangkapnya
dan memperkuat daya ingatnya mengetahui apa yang dipelajarinya.
3.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi Dalam Proses Belajar Mengajar
Penggunaan metode demonstrasi dalam
proses belajar-mengajar memiliki arti penting. Banyak keuntungan
psikologis-pedagogis yang dapat diraih dengan menggunakan metode demonstrasi,
antara lain:
1)
Perhatian siswa lebih dipusatkan.
2)
Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
3)
Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kekurangan
metode demonstrasi :
1)
Dalam pelaksanaannya, metode demonstrasi memerlukan waktu dan persiapan yang
matang, sehingga memerlukan waktu yang bayak.
2)
Demonstrasi dalam pelaksanaannya banyak menyita biaya dan tenaga (jika memakai
alat yang mahal).
3)
Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas.
4)
Metode demonstrasi menjadi tidak efektif jika siswa tidak turut aktif dan
suasana gaduh.
METODOLOGI PENELITIAN
A.
Tempat dan Waktu
Penelitian
Adapun lokasi penelitian yaitu di
lembaga pendidikan swasta, tepatnya di MTs. Yapidan, sebuah lembaga yang bernafaskan
ke-Islaman.Lembaga pendidikan ini terletak di Jombang Ciputat.
Hal
ini sesuai dengan judul skripsi ini, yaitu .EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI
PADA BIDANG STUDI FIQIH DI MTS. Yapidan Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang Penulis
ingin mengetahui apakah metode demonstrasi efektif digunakan dalam
bidang studi Fiqih. Untuk itu yang menjadi objek penelitian adalah siswa
MTs. Yapidan Kelas VII tahun ajaran 2013
dan gurumata pelajaran Fiqih sebagai pendukung
di sekolah tersebut. Sebab siswa merupakan unsur penentu dalam
penelitian ini.
B.
Variabel Penelitian
-
Variabel Bebas (X) adalah: Efektivitas metode demonstrasi
-
Variabel Terikat (Y) adalah: Proses pembelajaran bidang studi Fiqih.
C.
Teknik Pengumpulan
Data
Adapun
teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dari lapangan adalah:
1.
Observasi
2.
Wawancara 3. Angket
DAFTAR PUSTAKA
Aminudin
Rosyad, Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta:Bumi
Aksara),2002.
Anas Sujiono, Pengantar
Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada),1997.
Depdikbud
RI., Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka), 1995.
Departemen
Agama RI., Kurikulum Berbasis Kompetensi MTs. Bidang Studi Fiqih,
(Dirjen. Pembinaan Kelembagaan Agama Islam), 2003.
Al-Qur.an
dan Terjemah, (Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci
Al-Qur.an), 1984.
Echolis
Jhon M., dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: PT.
Gramedia), 1984, Cet. Ke-8.
H.B.
Hamdani, Filsafat Pendidikan, (Yogyakarta: Kota Kembang), 1987.
Hasan
Langgulung, Pendidikan dan Peradaban Islam, (Jakarta: Pustaka Al-Husna),
1983.
Hasan
Shadali, Ensiklopedia Indonesia, (Jakarta: Ichtiar Baru), 1980.
Hasbi
Ash-Shiddieqy, Pengantar Ilmu Fiqih, (Jakarta: Bulan Bintang) 1967.
Ibnu
Hajar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan,(Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada), 1996.
J.J.
Hasibuan dan Mujiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya),
1993.
Muhammad
Nasir, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia), 1998.
Muhibbin
Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya), 1995.
Mulyanto
Sumardi, Pengajaran Bahasa Asing, (Jakarta: Bulan Bintang), 1997.
Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Balai
Aksara) 1987.
No comments:
Post a Comment