Thursday, January 9, 2014

Efektifitas Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih



Efektifitas Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keefektifan metode demonstrasi pada bidang studi Fiqih di MTs. YAPIDAN dengan metode deskriptif analisis terhadap data yang penulis peroleh dari lapangan. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah yangditeliti, penulis merumuskan pertanyaan penelitian yang terperinci dan bersifat operasional.Fiqih yang dimaksud adalah pengertian fiqih yang terdapat dalam GBPP MTs. yaitu bimbingan untuk mengetahui ketentuan-ketentuan syariat Islam atau usaha bimbingan terhadap anak didik agar memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam. Sedangkan metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan memperagakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di kelas atau di luar kelas baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan angket yang disebarkan kepada siswa dengan cara random sampling/secara acak. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII MTs. YAPIDAN yang berjumlah 135 siswa untuk memudahkan penelitian maka penulis bulatkan menjadi 60 siswa (sebagai sampel penelitian).Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi efektif digunakan pada bidang studi fiqih di MTs. Yapidan. Keefektifan metode ini disebabkan mamberi kemudahan pada siswa dalam memahami pelajaran.
KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., yang telah memberikan petunjuk dan pertolongan sehingga skripsi ini selesai dengan judul Efektifitas Metode Demonstrasi Pada Pembelajaran Bidang Studi Fiqih di MTs. Shalawat dan salamsemoga tercurah kepada Nabi besar  Muhammad SAW., beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah menuntun manusia ke jalan yang benar, di jalan yang diridhai Allah SWT.Penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan yang ada, baik dari segi kemampuan berfikir maupun fasilitasnya; sudah barang tentu dari berbagai segi dalam skripsi ini masih banyak kekurangannnya. Sungguhpun demikian, penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi ini. Yang dalam prosesnya tidak sedikit cobaan dan hambatan yang harus dihadapi, namun alhamdulillah, atas bantuan, saran, dan bimbingan dari semua pihak memberikan kemudahan bagi penulis sehingga skripsi akhirnya dapat terselesaikan.
Akhirnya penulis ucapkan banyak terima kasih kepada ketua dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada penuis.semoga proposal ini dapan bermanfaat khususnya bagi penulis mumnya bagi pembaca.


Penyusun

DAFTAR ISI

ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan Skripsi
D. Metodologi Pembahasan
BAB II KAJIAN TEORI TENTANG EFEKTIFITASMETODE
DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN BIDANG
STUDI FIQIH DI MTS.
A. Metode Pengajaran dan Macam-macamnya
1. Pengertian Metode Pengajaran
2. Macam-macam Metode Pengajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
B. Metode Demonstrasi
1. Pengertian Metode Demonstrasi
2. Langkah-langkah Dalam Mengaplikasikan Metode
Demonstrasi
3. Kelebihan Dan Kekurangan Metode Demonstrasi
Dalam Proses Belajar Mengajar
C. Bidang Studi Fiqih Di MTs
1. Pengertian Dan Tujuan Bidang Studi Fiqih Di MTs
2. Ruang Lingkup Materi Bidang Studi Fiqih Di MTs
D. Kerangka Berpikir
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Variabel Penelitian
B. Teknik Pengumpulan Data
C. Teknik Analisa Data
DAFTAR PUSTAKA
Latar Belakang Masalah

Pendidikan pada hakekatnya berlangsung dalam suatu proses. Proses itu berupa transformasi nilai-nilai pengetahuan, teknologi dan keterampilan.Penerima proses adalah anak atau siswa yang sedang tumbuh dan berkembang menuju ke arah pendewasaan kepribadian dan penguasaan pengetahuan.Selain itu, pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkatdanmartabat manusia yang diperoleh melalui proses yang panjang dan berlangsung sepanjang kehidupan.Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yaitu:
Artinya : .. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan
beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (QS. Mujadalah : 11)1

Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak yang lahir, tumbuh dan berkembang secara manusiawi dalam mencapai kematangan fisik dan mental masing-masing anak. Di dalam keluarga, setiap anak memperoleh pengaruh yang mendasar sebagai landasan pembentukan pribadinya.Untuk lebih meningkatkan potensi pada diri anak, orang tua tidak hanya mendidik anaknya di rumah, akan tetapi mereka mengirimkan atau menitipkan anaknya kesekolah, agar mampu memenuhi tuntutan zaman sekaligus meningkatkan pendidikan pada anak tersebut. Sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua yang bertugas membantukeluarga dalam  membimbing dan mengarahkan perkembangan serta pendayagunaan potensi tertentu yang dimiliki siswa atau anak, agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia, sebagai anggota masyarakat, ataupun sebagai individual. Sekolah merupakan pendidikan yang berlangsung secara formal artinya terikat oleh peraturan-peraturan tertentu yang harus diketahui dan dilaksanakan. Di sekolah, murid atau anak tidak lagi diajarkan oleh orang tua, akan tetapi gurulah sebagai pengganti orang tua.Salah satu bidang studi yang diajarkan di MTs. adalah fiqih. Fiqih secara umum merupakan salah satu bidang studi Islam yang banyak membahas tentang hukum yang mengatur pola hubungan manusia dengan Tuhannya,antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya. Melalui bidang studi fiqih ini diharapkan siswa tidak lepas dari jangkauan normanorma agama dan menjalankan aturan syariat Islam.Proses belajar-mengajar akan berjalan dengan baik kalau metode yang digunakan betul-betul tepat, karena antara pendidikan dengan metode saling berkaitan. Menurut Zakiah Daradjat, pendidikan adalah usaha atau tindakan untuk membentuk manusia.2 Disini guru sangat berperan dalam membimbing anak didik ke arah terbentuknya pribadi yang diinginkan.Sedangkan metode adalah .suatu cara dan siasat penyampaian bahan pelajaran tertentu dari suatu mata pelajaran, agar siswa dapat mengetahui,memahami, mempergunakan dan menguasai bahan pelajaran.
Selain itu jugadalam proses belajar mengajar terjadi interaksi dua arah antara pengajar danpeserta didik.anak memperoleh pengaruh yang mendasar sebagai landasan pembentukanpribadinya.Untuk lebih meningkatkan potensi pada diri anak, orang tua tidak hanya mendidik anaknya di rumah, akan tetapi mereka mengirimkan atau menitipkananaknya kesekolah, agar mampu memenuhi tuntutan zaman sekaligusmeningkatkan pendidikan pada
anak tersebut.Sekolah merupakan lembaga pendidikan kedua yang bertugas membantukeluarga dalam membimbing dan mengarahkan perkembangan sertapotensi
tertentu yang dimiliki siswa atau anak, agar mampumenjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia, sebagai anggotamasyarakat, ataupun sebagai individual.Sekolah merupakan pendidikan yang berlangsung secara formal artinyaterikat oleh peraturan-peraturan tertentu yang harus diketahui dan
dilaksanakan. Di sekolah, murid atau anak tidak lagi diajarkan oleh orang tua,akan tetapi gurulah sebagai pengganti orang tua.
Salah satu bidang studi yang diajarkan di MTs. adalah fiqih. Fiqih secaraumum merupakan salah satu bidang studi Islam yang banyak membahastentang hukum yang mengatur pola hubungan manusia dengan Tuhannya,antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya. Melaluibidang studi fiqih ini diharapkan siswa tidak lepas dari jangkauan normanormaagama dan menjalankan aturan syariat Islam.Proses belajar-mengajar akan berjalan dengan baik kalau metode yangdigunakan betul-betul tepat, karena antara pendidikan dengan metode salingberkaitan. Menurut Zakiah Daradjat, pendidikan adalah usaha atau tindakan untuk membentuk manusia.2 Disini guru sangat berperan dalam membimbinganak didik ke arah terbentuknya pribadi yang diinginkan.Sedangkan metode adalah .suatu cara dan siasat penyampaian bahanpelajaran tertentu dari suatu mata pelajaran, agar siswa dapat mengetahuimemahami, mempergunakan dan menguasai bahan pelajaran..3 Selain itu jugadalam proses belajar mengajar terjadi interaksi dua arah antara pengajar danpeserta didik.Kedua kegiatan ini saling mempengaruhi dan dapat menentukan hasilbelajar. Disini kemampuan guru dalam menyampaikan ataumentransformasikan bidang studi dengan baik, merupakan syarat mutlak yangtidak dapat ditawar lagi karena hal ini dapat mempengaruhi proses mengajardan hasil belajar siswa.Untuk dapat menyampaikan pelajaran dengan baik agar siswa lebihmudah memahami pelajaran, seorang guru selain harus menguasai materi, diajuga dituntut untuk dapat terampil dalam memilih dan menggunakan metodemengajar yang tepat untuk situasi dan kondisi yang dihadapinya. Seorang gurusangat dituntut untuk dapat memiliki pengertian secara umum mengenai sifat berbagai metode, baik mengenai kebaikan metode maupun mengenai kelemahan-kelemahannya.
Ada beberapa metode yang dikenal dalam pengajaran, misalnya yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode pemberian tugas, metode eksperimen, metode tanya-jawab, dan sebagainya. Dengan memilih metode yang tepat, seorang guru selain dapat menentukan output atau hasil lulusan dari lembaga pendidikan, juga merupakan landasan keberhasilan lembaga pendidikan, dan juga menjadi pengalaman yang disenangi bagi anak didik.Oleh karena itu, untuk dapat menciptakan suasana belajar yang kreatif dalam mata pelajaran fiqih, guru dapat memilih metode demonstrasi, karena dalam pelajaran ini banyak materi yang dapat diterapkan atau dipraktekkan,
seperti cara sholat, tayammum, dan lain-lain.
Metode demonstrasi adalah cara belajar dengan cara memperagakan ataumempertunjukkan sesuatu di hadapan murid, yang dilakukan di dalam maupundi luar kelas. Menurut Aminuddin Rasyad, dengan menggunakan demonstrasi, guru telah memfungsikan seluruh alat indera murid karenaproses belajar-mengajar dan pembelajaran yang efektif adalah bila guru mampu memfungsikan seluruh panca indera murid

B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah
1.              Identifikasi Masalah
a. Bagaimana penerapan metode demonstrasi pada pelajaran bidang studi fiqih di MTs. yapidan?
b. Pengaruh metode demonstrasi terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap materi-materi bidang studi fiqih ?
c. Apakah kelebihan dan kekurangan metode demonstrasi dalam matapelajaran fiqih di MTs. Yapidan?
d. Apakah metode demonstrasi pada bidang studi fiqih di MTs. Yapidan efektif atau tidak?

2.            Pembatasan Masalah
Dalam skripsi ini, masalah yang diteliti dibatasi pada:
a. Penerapan metode demonstrasi pada bidang studi fiqih di MTs. Yapidan .
b. Efektifitas penerapan metode demonstrasi pada bidang studi fiqih di sekolah tersebut, dibatasi pada materi yang sesuai dengan metode tersebut.
c. Yang menjadi objek penelitian adalah siswa/i MTs. Yapidan Kelas VII Tahun ajaran 2013.

3.            Perumusan Masalah
a. apakah penerapan metode demonstrasi pada pelajaran bidang studi fiqih di MTs. Yapidan dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
b. bagaimana Pengaruh metode demonstrasi terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap materi-materi bidang studi fiqih ?

C. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui apakah penerapan metode demonstrasi pada pelajaran bidang studi fiqih di MTs. Yapidan dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
b. Untuk mengetahui bagaimana Pengaruh metode demonstrasi terhadap peningkatan pemahaman siswa terhadap materi-materi bidang studi fiqih ?

D. Metodologi Pembahasan
Metode yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini adalah metodedeskriptif analisis yang di tunjang oleh data-data yang di peroleh melaluipenelitian lapangan (Field Research).Penelitian lapangan (Field Research) yaitu penelitian dengan terjun langsung ke objek penelitian guna memperoleh data yang jelas danrepresentatif.


KAJIAN TEORITIS

A. Metode Pengajaran dan Macam-macamnya
1. Pengertian Metode Pengajaran
Metode berasal dari bahasa Yunani .Greek., yakni .Metha.,berarti melalui , dan .Hadas. artinya cara, jalan, alat atau gaya. Dengankata lain, metode artinya .jalan atau cara yangharusditempuhuntukmencapai tujuan tertentu.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, susunan W.J.S.Poerwadarminta, bahwa .metode adalah cara yang teratur dan berpikirbaik-baik untuk mencapai suatu maksud..2 Sedangkan dalam KamusBahasa Indonesia Kontemporer pengertian metode adalah . cara kerjayang sistematis untuk mempermudah sesuatu kegiatan dalam mencapai maksudnya. Dalam metodologi pengajaran agama Islam pengertian metode adalah suatu cara .seni. dalam mengajar.edangkan secara terminologi atau
istilah, menurut MulyantoSumardi, bahwa .metode adalah rencana menyeluruh yang berhubungan dengan penyajian materi pelajaran secara teratur dan tidak salingbertentangan dan didasarkan atas approach. Selanjutnya H. MuzayyinArifin mengatakan bahwa .metode adalah salah satu alat atau cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan..6Dari beberapa pengertian tersebut di atau jelaslah bahwa metode merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan, maka diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Perumusan tujuan yang sejelas-jelasnya merupakan persyaratan terpenting sebelum seorang guru menentukan dan memilih metode mengajar yang tepat.Untuk mencapai hasil yang diharapkan, hendaknya guru dalam menerapkan metode terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi yang paling tepat untuk dapat diterapkannya suatu metode tertentu, agar dalam situasi dan kondisi tersebut dapat tercapai hasil proses pembelajaran dan membawa peserta didik ke arah yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
Untuk itu dalam memilih metode yang baik guru harus memperhatikan tujuh hal di bawah ini:
a. Sifat dari pelajaran.
b. Alat-alat yang tersedia.
c. Besar atau kecilnya kelas.
d. Tempat dan lingkungan.
e. Kesanggupan guru
f. Banyak atau sedikitnya materi
g. Tujuan mata pelajaran.7

Pengertian pengajaran itu sendiri dapat ditinjau dari segi bahasa dan istilah. Secara bahasa kata pengajaran adalah bentuk kata kejadian dari dasar ajar dengan mendapat konfiks pen-an yang berarti .barang apa yang dikatakan orang supaya diketahui dan dituruti. Menurut Ramayulis pengajaran berasal dari kata .ajar. di tambah awalan .pe. dan akhiran an. sehingga menjadi kata pengajaran. yang berarti proses penyajian atau bahan pelajaran yang disajikan.Sedangkan menurut Hasan Langgulung, bahwa pengajaran adalah pemindahan pengutahuan dari seseorang yang mempunyai pengetahuan kepada orang lain yang belum mengetahui.
Dari pengertian di atas, terdapat unsur-unsur subtansial kegiatan pengajaran yang meliputi:
1. .Pengajaran adalah upaya pemindahan pengetahuan
2. Pemindahan pengetahuan dilakukan oleh seseorang yang mempunyai pengetahuan (pengajar) kepada orang lain yang belum mengetahui (pelajar) melalui suatu proses belajarm engajar.Proses  pengajaran yang dilakukan mengacu pada tiga aspek, yaitu.penguasaan
sejumlah pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu sesuai dengan isi proses belajar mengajar tersebut.
Jadi pengajaran secara bahasa yaitu hal apa yang dikatakan orang supaya diketahui. Sedangkan secara istilah para ahli pendidikan berbeda pendapat dalam memberikan definisi tentang pengajaran. Ada yang mengatakan bahwa pengertian antara pengajaran dan pendidikan itu sama
dan ada pula yang mengatakan bahwa antara pengajaran dan pendidikan itu berbeda.
Menurut H. B. Hamdani, bahwa pendidikan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari suatu generasi yang tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya
dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya. Dengan kata lain,pendidikan bertujuan agar menggunakan segala kemampuan yang ada padanya, baik fisik, intelektual, emosional, maupun psikomotornya untuk menghadapi tantangan hidup dan mengatasi kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan sepanjang perjalanan hidup.
Dengan demikian pendidikan adalah sebagai bimbingan terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak menuju kedewasaan.Sidi Gazabla menjelaskan tentang perbedaan antara pengajaran dan pendidikan. Adapun yang dimaksud dengan pengajaran adalah cara mengajar, jalan mengajar yakni memberikan pelajaran berupa pengetaahuan. Pengajaran yang diberikan secara sistematis dan metodis,mengajar adalah membentuk menusia terpelajar. Sedangkan pendidikanadalahmenanamkan laku dan perbuatan terus menerus berulangkali terus menerus sehingga menjadi kebutuhan.Walaupun Sidi Gazabla membedakan antara pengajaran dan pendidikan, pada hakikatnya pengajaran mempunyai persamaan dengan pendidikan, yakni pengajaran sesungguhnya juga menanamkan, membentuk kebiasaan yaitu kebiasaan berfikir menurut cara tertentu. Dari kebiasaan berfikir kemudian menjadi adat, adat membentuk sifat-sifat tertentu dalam berfikir, sifat ini merupakan tabiat rohaniah, karena merupakan sebagian dari kepribadian. Dilihat dari segi ini pengajaran adalah juga pendidikan, tetapi tidak dapat dikatakan pendidikan adalah pengajaran, sebab pendidikan lebih luas isinya dari pengajaran. Seperti sapi dan hewan, sapi adalah hewan, tetapi hewan bukanlah sapi saja. Berarti pengajaran adalah pendidikan, tetapi pendidikan bukan pengajaran saja. Jadi objek pengajaran adalah pikiran sedangkan sasaran pendidikan adalah perasaan.
Dari uraian tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa metode pengajaran adalah suatu usaha atau cara yang dilakukan oleh guru (pendidik) dalam menyampaikan mareri pelajaran kepada siswa yang bertujuan agar murid dapat menerima dan menanggapi serta mencerna pelajaran dengan mudah secara efektif dan efisien, sehingga apa yang menjadi tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai dengan baik.

2. Macam-macam Metode Pengajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
Agar psoses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan mencapai sasaran, maka salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah menentukan cara mengajarkan bahan pelajaran kepada siswa dengan memperhatikan tingkat kelas, umur, dan lingkungannya tanpa mengabaikan faktor-faktor lain. Banyak metode yang digunakan dalam mengajar. Untuk memilih metode-metode mana yang tepat digunakan dalam menyampaikan materi Pelajaran, terlebih dahulu penulis akan menyebutkan macam-macam metode pengajaran.
Menurut Nana Sujana, .metode-metode yang digunakan dalam pengajaran yaitu: Metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas dan resitasi, kerja kelompok, demonstrasi dan eksperimen, sosio drama, problem solving, sistem regu, latihan, karyawisata, survey masyarakat dan simulasi
Berdasarkan pendapat ahli pendidikan, maka sesuai dengan judul penelitian, dalam hal ini penulis hanya akan menjelaskan lebih rinci macam metode yakni metode demonstrasi; yang meliputi pengertianmetode demonstrasi, langkah-langkah metode demonstrasi, kebaikan dan kelemahan metode demonstrasi serta cara mengatasi kelemahannya.


B.Metode Demonstrasi
1.              Pengertian Metode Demonstrasi
Beberapa pengertian metode menurut para ahli, salah satunya adalah menurut Muhibbin Syah dalam bukunya .Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.,adalah bahwa:.Metode secara harfiah berarti cara.. Dalam pemakian yang umum, metode diartikan sebagai cara melakukan sesuatu kegiatan atau cara-cara melakukan kegiatan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis.Dan menurut Muzayyin Arifin, .Pengertian metode adalah cara, bukan langkah atau prosedur. Kata prosedur lebih bersifat teknis administrative atau taksonomis. Seolah-olah mendidik atau mengajar hanya diartikan cara mengandung implikasi mempengaruhi. Maka saling ketergantungan antara pendidik dan anak didik di dalam proses kebersamaan menuju kearah tujuan tertentu.Menurut W.J.S Poerwadarminta, .Metode adalah .cara. yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud.
Kesimpulan dari pengertian-pengertian di atas yaitu bahwa metode secara umum adalah cara yang tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu hal, seperti menyampaikan mata pelajaran.Sedangkan pengertian metode demonstrasi menurut Muhibbin Syah adalah .Metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.Dalam kamus Inggris-Indonesia, demonstrasi yaitu
mempertunjuk-kan atau mempertontonkan
Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik. Dengan menggunakan metode demonstrasi, guru atau murid memperlihatkan kepada seluruh
anggota kelas mengenai suatu proses, misalnya bagaimana cara sholat yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.Menurut Aminuddin Rasyad, .Metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas.
Dari uraian dan definisi di atas, dapat dipahami bahwa metode demonstrasi adalah dimana seorang guru memperagakan langsung suatu hal yang kemudian diikuti oleh murid sehingga ilmu atau keterampilan yang didemonstrasikan lebih bermakna dalam ingatan masing-masing
murid. Semenjak zaman Nabi Muhammad SAW, bahkan semenjak awal sejarah kehidupan manusia, penggunaan metode demonstrasi dalam pendidikan sudah ada. Contohnya pada waktu itu Nabi, seorang pendidik yang agung, banyak menggunakan metode demonstrasi
perilaku keseharian sebagai seorang muslim, maupun praktek ibadah seperti mengajarkan cara sholat, wudhu dan lain-lain. Semua cara tersebut dipraktekkan atau ditunjukkan oleh Nabi, lalu kemudian para umat mengikutinya.


2.Langkah-langkah Dalam Mengaplikasikan Metode Demonstrasi
Untuk melaksanakan metode demonstrasi yang baik atau efektif,ada beberapa langkah yang harus dipahami dan digunakan oleh guru, yang terdiri dari .perencanaan, uji coba dan pelaksanaan oleh guru lalu diikuti oleh murid dan diakhiri dengan adanya evaluasi.
Adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1)             Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan.
2)            Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
3) Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal.
4) Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas.
5) Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
6) Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaanpertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.
7) Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan:
- Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
- Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas.
- Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya.
8) Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa.
Setelah perencanaan-perencanaan telah tersusun sebaiknya diadakan uji coba terlebih dahulu agar penerapannya dapat dilaksanakan dengan efektif dan tercapai tujuan belajar mengajar yang telah ditentukan dengan mengadakan uji coba dapat diketahui kekurangan dan kesalahan praktek secara lebih dini dan dapat peluang untuk memperbaiki dan menyempurnakannya. Langkah selanjutnya dari metode ini adalah realisasinya yaitu saat guru memperagakan atau mempertunjukkan suatu proses atau caramelakukan sesuatu sesuai materi yang diajarkan. Kemudian siswa disuruh untuk mengikuti atau mempertunjukkan kembali apa yang telah dilakukan guru. Dengan demikian unsur-unsur manusiawi siswa dapat dilibatkan baik emosi, intelegensi, tingkah laku serta indera mereka, pengalaman langsung itu memperjelas pengertian yang ditangkapnya dan memperkuat daya ingatnya mengetahui apa yang dipelajarinya.

3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi Dalam Proses Belajar Mengajar
Penggunaan metode demonstrasi dalam proses belajar-mengajar memiliki arti penting. Banyak keuntungan psikologis-pedagogis yang dapat diraih dengan menggunakan metode demonstrasi, antara lain:
1) Perhatian siswa lebih dipusatkan.
2) Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
3) Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.

Kekurangan metode demonstrasi :
1) Dalam pelaksanaannya, metode demonstrasi memerlukan waktu dan persiapan yang matang, sehingga memerlukan waktu yang bayak.
2) Demonstrasi dalam pelaksanaannya banyak menyita biaya dan tenaga (jika memakai alat yang mahal).
3) Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas.
4) Metode demonstrasi menjadi tidak efektif jika siswa tidak turut aktif dan suasana gaduh.



METODOLOGI PENELITIAN

A.            Tempat dan Waktu Penelitian
Adapun lokasi penelitian yaitu di lembaga pendidikan swasta, tepatnya di MTs. Yapidan, sebuah lembaga yang bernafaskan ke-Islaman.Lembaga pendidikan ini terletak di Jombang Ciputat.
Hal ini sesuai dengan judul skripsi ini, yaitu .EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI PADA BIDANG STUDI FIQIH DI MTS. Yapidan Kecamatan Pamarayan Kabupaten Serang Penulis ingin mengetahui apakah metode demonstrasi efektif digunakan dalam bidang studi Fiqih. Untuk itu yang menjadi objek penelitian adalah siswa MTs. Yapidan  Kelas VII tahun ajaran 2013 dan gurumata pelajaran Fiqih sebagai  pendukung di sekolah tersebut. Sebab siswa merupakan unsur penentu dalam penelitian ini.

B.           Variabel Penelitian
- Variabel Bebas (X) adalah: Efektivitas metode demonstrasi
- Variabel Terikat (Y) adalah: Proses pembelajaran bidang studi Fiqih.

C.            Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dari lapangan adalah:
1. Observasi
2. Wawancara 3. Angket




DAFTAR PUSTAKA

Aminudin Rosyad, Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta:Bumi Aksara),2002.
 Anas Sujiono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada),1997.
Depdikbud RI., Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka), 1995.
Departemen Agama RI., Kurikulum Berbasis Kompetensi MTs. Bidang Studi Fiqih, (Dirjen. Pembinaan Kelembagaan Agama Islam), 2003.
Al-Qur.an dan Terjemah, (Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur.an), 1984.
Echolis Jhon M., dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: PT. Gramedia), 1984, Cet. Ke-8.
H.B. Hamdani, Filsafat Pendidikan, (Yogyakarta: Kota Kembang), 1987.
Hasan Langgulung, Pendidikan dan Peradaban Islam, (Jakarta: Pustaka Al-Husna), 1983.
Hasan Shadali, Ensiklopedia Indonesia, (Jakarta: Ichtiar Baru), 1980.
Hasbi Ash-Shiddieqy, Pengantar Ilmu Fiqih, (Jakarta: Bulan Bintang) 1967.
Ibnu Hajar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan,(Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada), 1996.
J.J. Hasibuan dan Mujiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya), 1993.
Muhammad Nasir, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia), 1998.
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya), 1995.
Mulyanto Sumardi, Pengajaran Bahasa Asing, (Jakarta: Bulan Bintang), 1997.
Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Balai Aksara) 1987.

No comments:

Post a Comment